SubmitYahoo Wudhu baik bagi Kesehatan ~ Febri Irawanto - ilmu kita

Google Plus

Jumat, 26 Agustus 2011

Wudhu baik bagi Kesehatan

 Wudhu baik bagi Kesehatan

Secara
kesehatan wudlu sangat bermanfaat. Kalau diperhatikan, anggota badan yang
dibasuh ketika berwudlu adalah anggota-anggota badan yang sering terbuka.
Anggota badan kita yang terbuka sangat rentan didatangi kuman, selain memang
kulit kita dihuni oleh kuman-kuman yang normal keberadaannya, kuman-kuman yang
bersifat simbiotik mutualisme (keberadaannya membantu kulit misalnya dalam
sistem pertahannan tubuh) juga kuman-kuman simbiotik komensalisme (keberadaanya
tidak menimbulkan kerugian/penyakit) juga yang patogen potensial
(opportunistic) (kuman yang akan menimbulkan penyakit), kuman-kuman ini yang
dikenal dengan flora normal kulit.


Dalam Al
Quran disebutkan "Wahai orang-orang yang beriman apabila engkau hendak
mendirikan sholat, maka basuhlah muka-muka kalian, tangan-tangan kalian hingga
siku, dan usaplah kepala kalian dan basuhlah kaki-kaki kalian hingga kedua
tumit" (al-Maidah : 6).


 Salah satu kewajiban kita adalah berwudlu yang
merupakan syarat untuk mendirikan shalat. Secara syar'i, wudlu ditujukan untuk
menghilangkan hadast kecil agar kita sah menjalankan ibadah, khususnya sholat.
Minimal lima kali dalam sehari kita
melakukan wudlu, yaitu untuk menjalankan sholat lima
waktu.


Meski
demikian, kita dianjurkan untuk berwudlu tidak hanya ketika hendak mendirikan
sholat, namun juga ketika hendak melakukan ibadah atau amalan yang baik,
misalnya ketika kita hendak membaca al-Qur'an, ketika kita hendak mengikuti
pelajaran, pengajian atau ketika kita hendak memasuki masjid dan mushola.


Menurut
ilmu bacteria (mikrobakteriology), 1 cm meter persegi dari kulit kita yang
terbuka bisa dihinggapi lebih 5 juta bakteri yang bermacam-macam. Bakteri ini
perkembangannya sangat cepat dan salah satu faktor yang paling mempengaruhi
perkembangannya adalah keseimbangan asam-basa (pH). PH permukaan kulit sangat
berperan dalam memproteksi tubuh dan membatasi perkembangan kuman yang akan
menimbulkan penyakit.


Ketika
membasuh kulit dengan air, maka keseimbangan pH dan kelembaban itu akan
terkoreksi kembali dan diharapkan kembali normal. Kulit kita terdiri atas
beberapa lapisan, salah satunya adalah epidermis pada lapisan terluar (yang
mengadakan kontak langsung dengan lingkungan luar). Pada lapisan ini terdapat
lapisan sel tanduk (stratum corneum) yang selalu mengalami deskuamasi
(penggantian dan pembuangan sel-sel kulit mati pada stratum korneum) dan kadang
sel-sel kulit yang mati dan mengelupas itu akan menyumbat pori-pori yang juga
bermuara pada lapisan epidermis, hal inilah yg dapat menimbulkan penyakit pada kulit.


Ketika
berwudlu, maka air akan membantu membuang kotoran-kotoran, sisa-sisa sel kulit
mati tadi dan meminimalisir jumlah kuman pada permukaan kulit kita. Menurut
para ahli pada lembaga riset trombosis di London (Inggris), jika seseorang
selalu mandi atau membasuh anggota tubuhnya, maka akan memperbaiki dan
melancarkan sistem peredaran darah, air yang mengandung elektrolit-elektrolit
akan membuat pembuluh-pembuluh darah mengalami vasodilatasi (pelebaran)
sehinggga memperlancar peredarannya.


Juga yang lebih
penting adalah efek air pada tubuh kita, yaitu meningkatkan produksi sel-sel
darah putih (leukosit) yang sangat berperan penting dalam system pertahanan
tubuh (immunitas). Bahkan dari bunyi gemericik air dan kesejukannya,
saraf-saraf tubuh yang mengalami ketegangan akibat aktifitas sebelumnya akan
mengalami relaksasi juga mengembalikan kemampuan kerja otot-otot tubuh kita.


Ketika
berwudlu, kita juga dianjurkan berkumur, bersiwak (gosok gigi), membersihkan
hidung, dan membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki. Rasulullah s.a.w.
pernah mengingatkan kepada umatnya :"Alangkah baiknya orang-orang yang mau
menyela-nyela? Mereka bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab
: Mereka adalah yang mau menyela-nyela dalam wudlu dan dari makanan, dalam
wudlu adalah dengan berkumur, menghisap air hidung dan menyela-nyela
jari-jemari mereka pada saat berwudlu, sedangkan menyela-nyela gigi adalah
membersihkannya dari bekas makanan. Sesungguhnya yang paling menjengkelkan
kedua malaikat (pencatat) adalah ketika mereka melihat bekas makanan di
sela-sela gigi mereka sedangkan mereka mendirikan sholat" (H.R. Ahmad dari
Abu Ayub).


 Kalau kita tahu, mulut dan hidung kita ini
merupakan sarang bakteri berbahaya. Bila kita tidak rajin membersihkannya bisa
menimbulkan berbagai macam penyakit. Bakteri-bakteri tersebut semakin subur
oleh bekas-bekas makanan yang ada di sela-sela gigi yang tidak kita bersihkan.


Penelitian
pernah membuktikan bahwa 90% dari mereka yang menderita kerusakan gigi, adalah
karena keteledoran dalam melakukan kebersihan mulut. Penyakit yang ditimbulkan
oleh bakteri yang ada di mulut kita tidak hanya mengancam gigi dan gusi, tetapi
juga mengancam sistem pencernaan kita, ini karena air liur yang kita telan
berasal dari mulut.


Ada
beberapa penyakit yang dapat disebabkan kurang diperhatikannya kesehatan gigi
dan mulut dan efeknya adalah timbul penyakit pada organ lain, misalnya
sinusitis causa kerusakan gigi (geraham atas). Akhirnya, marilah kita
senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan badan kita dengan rajin berwudlu
dengan air yang suci dan bersih, dan dengan tata cara yang benar. Berwudlu
tidak hanya beribadah, namun juga menjaga kesehatan kita.


Rasulullah
s.a.w. bersabda :"Muka dan tangan kalian nanti di hari kiamat berkilauan
bekas dari berwudlu" (H.R. Muslim).

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Blog Pinger Free