SubmitYahoo Materi PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA ~ Febri Irawanto - ilmu kita

Sabtu, 19 November 2011

Materi PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA




MEMAHAMI PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
DAN MENERAPKAN MANFAATNYADALAM PERILAKU SEHARI-HARI
 


Mata Diklat                 :Pendidikan Agama Islam.
Kompetensi Dasar       :Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Rasulullah SAW.           sahabat dan tabi'in serta mampu mengambil hikmah dari sejarah perkembangan Islam untuk kepentingan hidup sehari-hari masa kini dan masa depan.
Sub Kompetensi          :Memahami perkembangan Islam di Indonesia dan menerapkan manfaatnya dalam perilaku sehari-hari.
 Kriteria Kinerja          :Pemahaman dan pemanfaatan sejarah Islam untuk kepentingan umat masa depan.
 

Pendahuluan
Dalam modul ini akan dikaji tentang perkembangan Islam diIndonesia dan menerapkan
manfaatnya dalam perilaku sehari-hari. Modul ini dapat dipelajari dengan berbagai cara
seperti  kerja mandiri,  kerja kelompok, tutorial  dan  lain - lain.Cara apapun yang dipakai
setelah mempelajari modul  ini  siswa  dapat  Meneladani  sifat, sikap  dan  kepribadian Rasulullah SAW. Sahabat dan Tabi'in serta  mampu  mengambil  hikmah  dari sejarah perkembangan Islam untuk kepentingan hidup  sehari-hari masa kini dan  masa depan.


A. PERKEMBANGAN AJARAN ISLAM DI INDONESIA
Perkembangan ajaran Islam di Indonesia merupakan akibat dari adanya perkembangan ajaran Islam di negara-negara Islam. Perkembangan ajaran Islam tersebut menurut sejarah bersamaan dengan masuknya Islam ke Nusantara, yakni abad ke-8 atau abad ke-2 Hijriah berdasarkan pendapat yang paling kuat. Adapun pendapat lain ada yang mengatakan bahwa masuknya Islam ke Nusantara, diantaranya :
  1. Ajaran Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-2 atau abad ke-7 M. ini berdasarkan sejarah Cina.
  2. Ajaran Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-8 M. pendapat ini pada umumnya dari bangsa Barat.
  3. Ajaran Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dan ke-8 M. pendapat ini diutarakan oleh HAMKAM, Arnol Al Naguib Al-Atas.
Pendapat yang mengatakan bahwa ajaran Islam masuk dan berkembang di Nusantara pada ke-8 M dianggap lemah, karena banyaknya bukti sejarah yang menjelaskan bahwa pada abad ke-8 sudah berkembang ajaran Islam di Indonesia, seperti adanya Kesultanan Perlak, Aceh yang berdiri pada tahun 840 Masehi, Sultan pertama bernama Sultan Alaudin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah. Selainitu pada abad ke-8 telah ada hubungan dagang antara saudagar Muslim Arab, Gujarat Persia dengan raja-raja dan masyarakat Aceh. Keadaan ini memungkinkan sekali terjadinya perkembangan ajaran Islam oleh saudagar-saudagar tersebut kepada masyarakat Aceh.
Perkembangan ajaran Islam di Indonesia dibawa oleh para saudagar (pedagang) dari negara-negara Islam yang menjalin hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara. Selain itu, mereka juga mengadakan hubungan kekeluargaan dengan cara pernikahan dengan penduduk dan menetap di wilayah Nusantara. Lambat laun dari hubungan perdagangan dan kekeluargaan tersebut, terbentuklah masyarakat Muslim. Karena mayoritas dari mereka adalah mubaligh (bertujuan menyebarkan ajaran Islam) selaun untuk berdagang. Dari masyarakat Muslim, kemudian terbentuklah kerajaan-kerajan Islam yang banyak tersebar di kepulauan Nusantara. Jadi, masuknya ajaran Islam ke Nusantara bukan dengan melalui peperangan atau atas perintah khalifah, tetapi melalui kegiatan perdagangan dan hubungan kekeluargaan serta silaturrahmi diantara kerajaan-kerajaan tersebut.

B. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI INDONESIA
Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dimulai sejak kepergian tiga putra Indonesia ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, yaitu Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piyabang. Mereka bertiga tokoh tersebut membawa dan menyebarkan gerakan Wahabi yang mereka namai dengan "Gerakan Salaf". Gerakan itu bisa diterima dan berkembang di Indonesia. Pada perkembangannya gerakan ini menyebarluas ke daerah-daerah lain seperti Jambi, Palembang, Sulawesi, Nusa Tenggara dan daerah lainnya. Gerakan ini kelihatan paling menonjol di Sumatara dan Jawa.

1.   Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Sumatra
Sumatera adalah pulau pertama yang banyak disinggahi oleh para saudagar (pedagang) dari negara-negara luar, seperti Arab, India, Cina dan lain-lain. Dengan menjadi daerah persinggahan para pedagang yang mayoritas beragama Islam tersebut, menjadikan Sumatera sebagai pulau penyebaran ajaran Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan. Ini bersamaan dengan masuknya Islam ke Aceh, baru (pulau pesisir disebelah barat Sumatera), kemudian berkembang ke Pelabuhan Lamuri, Perlak, Samudra Pasai, Pariaman, Minangkabau, Tapanuli, Riau, Kerinci dan Sumatera Selatan.
Perkembangan Ilmu pengetahuan waktu itu masih terbatas seputar pengetahuan yang berhubungan dengan ajaran Islam, pengetahuan yang berhubungan dengan kebahasaan terutama bahasa yang dipakai oleh para saudagar yang mengajarkan agama Islam dan lain sebagainya.
Perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan sejak awal sudah mendapatkan sambutan yang baik di Sumatera ini, sehingga dengan cepat menyebar di antara penduduk Sumatera dan daerah lainnya. Diantaranya factor yang menjadi pendorong cepatnya penyebaran ajaran dan ilmu pengetahuan di Sumatera, yaitu dengan adanya ketentuan dalam ajaran Islam wajib berdakwah (menyiarkannya) kepada orang lain, walaupun hanya satu ayat saja dan bagi yang tidak menyampaikan maka baginya berdosa. Begitu juga dengan segala ilmu pengetahuan yang berkembang seperti ilmu tentang perdagangan, kemasyarakatan, hubungan antar daerah (kerajaan) perkebunan dan lain-lain semakin berkembang bersamaan dengan berkembangnya ajaran Islam.
Perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan pada waktu itu mengutamakan hubungan kekeluargaan dan perdagangan, di tempat-tempat yang biasa dipakai oleh orang banyak untuk beristirahat dan berkumpul, di tempat-tempat yang memang disediakan untuk mengajarkan Islam dan ilmu pengetahuan. Dan pada perkembangan selanjutnya ajaran islam dan perkembangan ilmu pengetahuan ini lebih terpusatkan ditempat-tempat yang dikhususkan untuk mendalami ajaran islam dan ilmu pengetahuan seperti dengan mendirikan majelis-majelis pengajian, mendikan madrasah-madrasah, mendirikan pondok pesantren dan lembaga-lembaga lainnya.
Adapun diantara tokoh-tokoh yang mengembangkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Sumatera ialah Syah bahrudin, Raden Rahmat, Minak Kumala (waktu itu sebagai Raja Lampung). Perkembangan selanjutnya perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan berkembang ke daerah Kampar, Siak, Indragir, Rokan dan Sumatera Barat.

2.   Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Sumatera
Islam masuk ke Indonesia diantaranya melalui Samudera Pasai, melalui Jalur Selat Malaka yang pada zaman itu sudah terkenal sebagai jalur pelayaran yang sangat ramai dan banyak dilalui dan disinggahi para saudagar (pedagang) bangsa Arab, India, Cina dan Negara lainnya. Dari Selat Malaka dan Samudera Pasai inilah Islam sampai dan tersebar ke Pulau jawa, terutama daerah pantai utara Jawa Timur dan Pantai-pantai di Jawa Tengah. Di daerah tersebut ketika Islam datang dan disebarkan oleh para pedagang-pedagang India, Arab dan Cina sudah berdiri kerajaan-kerajaan kecil yang merupakan wilayah Kerajaan Majapahit, seperti Kerajaan Demak, Jepara, Tuban, Giri, Madura dan lain-lain.
Pada sekitar abad ke-15, kerajaan-kerajaan kecil yang berada di pulau Jawa satu persatu berusaha melepaskan diri dan membentuk kerajaan-kerajaan Islam, ini terjadi bersamaan dengan terjadinya kemunduran kekuasaan kerajaan Majapahit. Di antara kerajaan-kerajaan yang paling kuat dari pemisahan tersebut, ialah kerajaan Demak. Dan dari Demak inilah ajaran Islam dan ilmu pengetahuan berkembang ke daerah Jawa Tengah, Jawa Barat terutama Cirebon, Sunda Kelapa, Banten, Lampung dan Palembang.
Seperti perkembangan di daerah Sumatera, di Pulau Jawa perkembangan ilmu pengetahuan masih terpusat pada ilmu pengetahuan agama, perdagangan, pertanian, bahasa (sastra) dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan perkembangan pemerintahan kerajaan.
Hal tersebut dilakukan dengan mendirikan majelis-majelis pengajian, Mesjid, Surau, penerjemahan buku-buku bahasa Arab dengan mendatangkan dari Negara-negara luar seperti Arab dan dengan mengirimkan utusan untuk belajar.
Dalam perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Pulau Jawa, dilakukan oleh satuan dewan wali terdiri dari sembilan orang yang dikenal dengan sebutan Wali Songo, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
Selain sembilan Wali tersebut di Pulau Jawa masih banyak orang yang sangat besar jasanya dalam menyebarkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan, seperti Sunan Bayat dari Klaten, Sunan Sendang, Dato'ri, Sulaiman dan lain-lainnya. Mereka selain menyebarkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan juga menjadi penasihat para raja yang berkuasa pada waktu itu.



3.   Kalimantan dan Sekitarnya
Pada abad ke-16 Masehi, Islam masuk dan berkembang di Kalimantan dengan cara damai bukan dengan cara peperangan. Kerajaan pertama yang berdiri di Kalimantan adalah Kerajaan Banjar. Kerajaan ini berdiri seperti halnya kerajaan-kerajaan di Sumatera, Jawa dan Maluku. Berdirinya kerajaan Banjar setelah Islam masuk dan banyak masyarakat Kalimantan yang memeluk ajaran Islam yang pada akhirnya membentuk masyarakat Islam dan berdirilah Kerajaan Banjar.
Ajaran Islam masuk ke Kalimantan melalui jalur laut pantai Utara Pulau Jawa, terutama Tuban, Gresik dan Ampel (Surabaya). Sejak kerajaan Demak, sebagian penduduk Kalimantan telah mengenal Islam, terutama melalui pesantern-pesantren, seperti pesantren yang dipimpin Sunan Bonang. Sejak itu pula penduduk Kalimantan ada yang menjadi santri untuk memperdalam ajaran Islam dan ilmu pengetahuan lainnya.
Perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Kalimantan, semakin meluas setelah berdirinya kerajaan Islam di Banjarmasin di bawah pimpinan Sultan Surian Syah. Sebelum Islam masuk dan berkembang, penduduk Kalimantan mayoritas memeluk paham animisme, Budha dan Hindhu. Namun setelah Islam masuk mereka berangsur-angsur memeluk Agama Islam.
Pada tahun 1122-1227 perkembangan ajaran Islam dan perkembangan ilmu di Kalimantan semakin nyata dan terbentuknya golongan umat Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Sejak munculnya peranan seorang ulama besar bernama Syeh Arsyad Al-Banjari, perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan menyebar luas ke wilayah Kalimantan Selatan bagian Utara, Barat, dan Timur Kalimantan. Dalam mengembangkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Kalimantan didirikanlah tempat-tempat untuk mendalami dan mempelajari ilmu Agama Islam dan pengetahuan lainnya. Syeh Arsyad Al-Banjari sebagai ulama berpengaruh waktu itu, berhasil mengarang sebuah kitab yang dikenal dengan Sabilul Muhtadin, merupakan sebuah karangan yang banyak dijadikan acuan khususnya di Kalimantan serta bagian-bagian lainnya dari wilayah Indonesia.

4.   Sulawesi dan Sekitarnya
Sebelum Islam masuk ke Sulawesi dan sekitarnya, sudah berdiri kerajaan-kerajaan yang mayoritas dari mereka memeluk animisme, Budha dan Hindhu. Kerajaan pertama yang menerima dan memeluk ajaran Islam yang dijadikan sebagai agama resmi adalah Kerajaan Gowa-Tallo pada tahun 1040 Hijriah atau 22 September 1065 Masehi. Raja pertama yang menerima dan meresmikan Islam sebagai agama kerajaan adalah I Minangkaang Daeng Mannyouri, Baginda yang merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Goa. Setelah memeluk Agama Islam, kemudian mengganti namanya menjadi Sultan Abdullah Awwalul Islam. Sesudah Raja Goa kemudian disusul oleh Baginda I Mangerengi Daeng Manrabia memeluk Islam dan berganti nama menjadi Sulatan Alaudin. Dalam perkembangannya, hanya berselang waktu dua tahun seluruh rakyat Goa dan Tallo bisa di Islamkan. Peristiwa besar tersebut ditanda tangani dengan melakukan Shalat Jum'at pertama kalinya pada tanggal 9 November 1601 atau 19 Rajab di Tallo.
Adapun orang yang besar jasanya dalam mengembangkan dan menyebarkan Islam, bagi seluruh rakyat Goa dan Tallo ialah Abdul Qadir Khatib Tunggal yang terkenal dengan nama Dato'ri Bandang berasal dari Minangkabau Sumatera Barat. Ia belajar Islam di jawa Timur, salah seorang murid dari Sunan Giri.
Sejalan dengan perkembangan ajaran Islam di Sulawesi, berkembang juga ilmu pengetahuan lainnya, seperti pengetahuan dalam bidang kemasyarakatan, pemerintahan, perdagangan, pertanian dan lain sebagainya. Adapun usaha yang dilakukan untuk perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan lainnya, dengan mendirikan tempat-tempat untuk belajar, Mesjid, Madrasah, diadakannya pengajian-pengajian dan sebagainya.
Perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Sulawesi selanjutnya menyebar ke wilayah Bugis, Sidenreng, Soppeng, Wajo dan Bone.
Dari kerajaan-kerajaan diatas perkembangan ilmu pengetahuan terutama yang berhubungan dengan ajaran Islam, menyebar ke pulau-pulau lainnya yang berada di Negara Indonesia. Dari awal perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang dapat kita saksikan dan kita rasakan betapa tinggi dan agungnya pengetahuan yang diajarkan oleh Islam.

C. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA
Datangnya Islam di berbagai kepulauan Indonesia senantiasa mengubah dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia.
Kehidupan peradaban kebudayaan pada saat itu, sudah terbilang maju menurut ukuran masa itu. Pada masa itu sudah dijumpai adanya seni ukir, seni bangunan, seni sastra dan sebagainya. Dalam seni ukir dan bangunan misalnya, sejak dulu telah dapat dijumpai bangunan-bangunan candi-kuil dan bangunan Masjid yang hampir semuanya didominasi dengan seni ukir. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal bangsa Indonesia telah memiliki kebudayaan dalam bidang bidang tersebut.
Dalam bidang seni sastra telah banyak ditemukan kitab-kitab suluk, yaitu kitab-kitab yang menggambarkan persoalan atau perjalanan kehidupan seseorang. Sebagai contoh kitab Suluk Sukarsa yang isinya menceritakan tentang seseorang yang mencari ilmu agar mendapatkan kesempurnaan. Dan masih banyak lagi suluk-suluk lainnya.
Setelah Islam berkembang di Indonesia dengan ajaran dan ciri tersendiri, unutk dipegang dan diamalkan oleh manusia dan sanggup mengubah kebudayaan bangsa Indonesia yang sudah ada sebelum Islam masuk. Dengan berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits, Islam mampu mengubah dan memberi corak baru bagi perkembangan kebudayaan dengan tidak menghilangkan kebudayaan lama masyarakat Indonesia.
Diantara kebudayaan-kebudayaan tersebut, sebagian bahkan diperkuat dan menjadi kewajiban bagi seorang Muslim dan bagi masyarakat Indonesia, seperti kebudayaan gotong-royong yang dimiliki oleh masyarakat Indonesiasebelum datang Islam, menjadi ajaran (kewajiban) bagi seseorang yang memeluk Islam. Dengan demikian, hal seperti ini mudah sekali diterima oleh masyarakat Indonesia.
Kebudayaan lainnya misalnya dalam bidang kesenian dan adat istiadat yang sudah pasti antara satu daerah, berbeda dengan daerah lainnya. Terhadap kebudayaan tersebut Islam tidaklah menghilangkan (melarangnya) bahkan sebagian penyebar agama Islam, seperti para wali ada yang memanfaatkan kebudayaan tersebut, sebagai salah satu sarana berdakwah. Seperti memanfaatkan pergelaran wayang untuk menyebarkan ajaran Islam dan sekaligus melestarikan kebudayaan serta kesenian masyarakat yang sudah ada. Hal ini boleh-boleh saja selama tidak bertentangan dengan ajaran dan Syari'at Islam.
Selanjutnya melihat mata pencaharian masyrakat Indonesia, adalah perdagangan, bertani dan berkebun, hal ini menjadi tantangan untuk lebih meningkatkan baik hasil maupun teknologi dalam pengolahannya. Oleh karena itu, dengan datangnya Islam di Indonesia, terutama para ulama dan ilmuwan Islam ikut memikirkan bagaimana untuk meningkatkan hasil dari kegiatan tersebut.
Hal ini bisa dilihat dari peranan para ilmuwan muslim dalam memberikan motivasi terhadap mereka untuk selalu berusaha keras dalam segala kegiatan karena apapun yang diperbuat merupakan ibadah. Selama kegiatan tersebut diperbuat dengan penuh keikhlasan dan untuk mengharapkan Ridha Allah, selain dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Selain itu, masih banyak perkembangan kebudayaan di Indonesia setelah masuknya ajaran Islam. Hal terpenting berkaitan dengan kebudayaan Islam, tidak menghilangkan tetapi mempertahankan dan menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Selama kebudayaan tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam. Maka kebudayaan tersebut menjadi kewajiban masyarakat Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikannya. Akan tetapi kebudayaan yang tidak sesuai atau jauh dari ajaran Islam, maka kebudayaan tersebut pelan-pelan ditinggalkan dengan mendatangkan kebudayaan baru yang dapat diterima dan sesuai dengan masyarakat dan ajaran Islam. Hal ini yang mendorong Islam begitu cepat berkembang dan banyak dianut di Indonesia.

D.  MANFAAT YANG DAPAT DIAMBIL DARI SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA      
Diantara manfaat yang dapat diambil dari perkembangan Islam di Indonesia, sebagai berikut :
  1. Menumbuhkan rasa kekeluargaan.
  2. Semangat cinta damai.
  3. Menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
  4. Menumbuhkan semangat rela berkorban.
  5. Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.
  6. Mencintai ilmu pengetahuan dan kebudayaan.



UJI KOMPETENSI
 


A. Jawablah dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, dan e !

1.   Masuknya agama Islam di Indonesia pada abad ke …
      a. 1 H/6 M                   d. 4 H/9 M
      b. 2 H/7 M                   e. 5 H/10 M
      c. 3 H/8 M
2.   Ajaran Islam masuk ke Nusantara pada abad ke …
      a. 5 M                          d. 9 M
      b. 7 M                          e. 4 M
      c. 8 M
3.   Kesultanan Perlak, Aceh berdiri pada tahun …
      a. 740 M                      d. 670 M
      b. 840 M                      e. 480 M
      c. 470 M
4.   Sultan pertama kesultanan Perlak adalah …
      a. Sultan Hasanuddin
      b. Sultan Iskandar Muda
      c. Sultan Alaudin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah
      d. Sultan Agung Panotogomo
      e. Sultan Ageng Ing Alogo Sayyid Panotogomo
5.   Perkembangan Islam di Aceh melalui hubungan …
      a. pendidikan              d. kesenian
      b. komunikasi              e. pertemuan
      c. perdagangan
6.   Perkembangan Islam di Indonesia dibawa oleh …
      a. para wali                  d. para ustadz
      b. para santri                e. para seniman
      c. para pedagang
7.   Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dimulai sejak kepergian tiga putra Indonesia ke Mekkah, yaitu …
      a. H. A Salim, H. Miskin, H. Piyabang
      b. H. A Salim, H. Piyabang, H. Sumanik
      c. H. Miskin, H. Piyabang, H. Sumanik
      d. H. Salaudin, H. Piyabang, H. Sumanik
      e. H. Salaudin, H. Miskin, H. Sumanik
8.   Sepulangnya dari Mekkah tiga tokoh tersebut membawa dan menyebarkan gerakan …
      a. Islami                       d. Muhammadiyah
      b. Wahabi                    e. Islamiyah
      c. Mekkah
9.   Gerakan "Wahabi" dinamai dengan gerakan …
      a. Wahabiah                d. Muhammadiyah
      b. Salaf                        e. Sunnah
      c. Islamiyah
10. Pulau pertama yang banyak disinggahi oleh para saudagar adalah …
      a. Jawa                        d. Seribu 
      b. Sumatera                 e. Sulawesi
      c. Kalimantan
11. Yang termasuk tokoh yang mengembangkan ajaranIslam dan ilmu pengetahuan di Sumatera adalah …
      a. R. Malik                  d. R. Purbaya
      b. R. Rahmat               e. R. Sultan Surian Syah
      c. R. Hidayat
12. Islam masuk ke Indonesia diantaranya melalui …
      a. Selatan                     d. Selat Hindia
      b. Selat Sunda             e. Selat Jawa
      c. Selat Malaka
13. Yang bukan wilayah kerajaan Majapahit adalah …
      a. Kerajaan Demak      d. Kerajaan Banjar
      b. Kerajaan jepara       e. Kerajaan Giri
      c. Kerajaan Tuban
14. Satuan dewan wali terdiri dari sembilan orang yang dikenal dengan sebutan …
      a. Sunan-sunan            d. Singo songo
      b. Kasunanan              e. Waliyullah
      c. Wali songo
15. Islam masuk dan berkembang di Kalimantan pada abad ke …
      a. 15 M                        d. 18 M
      b. 16 M                        e. 19 M
      c. 17 M
16. Kerajaan pertama yang berdiri di Kalimantan adalah …
      a. Kerajaan Sriwijaya  c. Kerajaan Singosari  e. Kerajaan Demak
      b. Kerajaan Banjar      d. Kerajaan Mataram
17. Berdirinya kerajaan Islam di Banjarmasin di bawah pimpinan …
      a. Sultan Agung
      b. Sultan Hasanudin
      c. Sultan Surian Syah
      d. Sultan Hamengkubuwono I
18. Terbentuknya golongan umat Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah pada tahun …
      a. 1110-1112               d. 1123-1128
      b. 1112-1227               e. 1124-1129
      c. 1121-1126
19. Syeh Arsyad Al Banjari berhasil mengarang sebuah kitab yang dikenal …
      a. Sabilul Muttaqien
      b. Sabilul Muhtadin
      c. Sabilul Mujahidin
      d. Fiqih Sunnah
      e. Fiqih Islam
20. Kerajaan di Sulawesi yang pertama kali masuk Islam adalah kerajaan …
      a. Sanjaya                    d. Bugis
      b. Mataram                  e. Bone
      c. Gowa Tallo
21. Raja Sulawesi yang pertama kali masuk Islam diubah namanya menjadi …
      a. Sultan Abdullah Awwaludin
      b. Sultan bin Abdul Wahab
      c. Sultan Abdulah Awwalul Islam
      d. Sultan Awwalul Islam
      e. Sultan Babullah
22. Orang yang besar jasanya dalam mengembangkan Islam di Goa Tallo adalah …
      a. Abdul Wahab
      b. Abdul Qadir Jaelani
      c. Abdul Qadir Khatib Tunggal
      d. Abdul Qadir Al Muttaqien
      e. Abdul Qadir bin Abdul wahab
23. Kitab yang menceritakan tentang seseorang yang mencari ilmu agar mendapat kesempurnaan adalah kitab …
      a. Trimurti                   d. Silabus
      b. Suluk Sukarsa         e. Bulughul
      c. Suluk Sugarda
24. Manfaat yang dapat diambil dari perkembangan Islam di Indonesia, kecuali …
      a. menumbuhkan rasa kekeluargaan
      b. semangat cinta damai
      c. menumbuhkan semangat rela berkorban
      d. menumbuhkan semangat rela berkorban
      e. mencintai ilmu pengetahuan dan kebudayaan
25. Perang mempertahankan kemerdekaan termasuk jihad fisabilillah yang hukumnya …
      a. mudah                     d. wajib
      b. haram                      e. makruh
      c. sunnah
26. Tujuan semula para penjajah datang ke Indonesia adalah …
      a. mencari harta           d. menjajah
      b. berlibur                    e. mencari rempah-rempah
      c. berdagang
27. Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku bangsa, maksudnya supaya …
      a. beranak                                d. bermusuhan
      b. berteman                             e. berlomba
      c. saling kenal-mengenal
28. Perubahan-perubahan setelah masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam adalah …
      a. masyrakat Indonesia hanya menyembah hanya kepada Allah
      b. adanya persamaan derajat
      c. semangat cinta tanah air
      d. usaha-usaha masyarakat Islam untuk mewujudkan kemerdekaan
      e. umat Islam bersemangat tinggi karena mempunyai senjata lebih lengkap
29. Peran ulama Islam pada masa kemerdekaan adalah …
      a. membina kader umat islam dan ikut berperang
      b. berjuang dengan membentuk pasukan baru
      c. mengumpulkan organisasi Islam untuk berjuang
      d. menambah pasukan perang dengan membina umat Islam
      e. berdakwah dan mengajar ilmu politik
30. Sultan dari Aceh yang berani melawan Portugis adalah …
      a. Pangeran Trunojoyo
      b. Sultan Ajeng Tirtoyoso
      c. Sultan Iskandar Muda
      d. Sultan Babullah
      e. R. Trenggono
B. Kerjakanlah soal-soal berikut dengan jawaban yang singkat dan benar !
1.   Kesultanan Perlak berdiri pada tahun berapa ? Dan siapa sultan pertamanya ?
      Jawab
2.   Sebutkan 4 cara agama Islam masuk ke Indonesia !
      Jawab :
3.   Siapakah tiga putra Indonesia itu ? Sebutkan !
      Jawab
4.   Pulau manakah yang pertama banayak disinggahi oleh para saudagar dari luar negeri ? Dan sebutkan Negara-negara yang menyinggahi !
      Jawab :
5.   Sebutkan ilmu pengetahuan yang berkembang pada waktu itu !
      Jawab :
6.   Sebutkan factor yang menjadi pendorong cepatnya penyebaran ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Sumatera !
      Jawab :
7.   Sebutkan tokoh-tokoh yang mengembangkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Sumatera !
      Jawab:
8.   Jelaskan Islam masuk ke Indonesia !
      Jawab :
  1. Sebutkan kerajaan-kerajaan kecil yang merupakan wilayah kerajaan Majapahit
Jawab :
10. Sebutkan daerah-daerah yang menjadi wilayah penyebaran agama Islam kerajaan Demak !
      Jawab :

C. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jelas dan tepat !
1.   Ajaran Islam masuk ke Indonesia pada abad ke …. M
2.   tokoh-tokoh yang mengembangkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Sumatera ialah …
3.   Islam masuk ke Indonesia diantanya melalui …
4.   Kerajaan pertama yang berdiri di Kalimantan adalah …
5.   Sebelum Islam masuk dan berkembang, penduduk Kalimantan mayoritas memeluk paham …
6.   Pada tahun 1122 - 1227 perkembangan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di Kalimantan semakin nyata dan terbentuknya golongan umat Islam …
7.   Adapun orang yang besar jasanya dalam mengembangkan dan menyebarkan Islam bagi seluruh rakyat Goa – Tallo ialah …
8.   Sultan pertama Kesultanan Perlak adalah …
9.   Perkembangan Islam di Indonesia di bawa oleh …
10. Kerajaan di Sulawesi yang pertama masuk Islam adalah Kerajaan …
  




0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Blog Pinger Free