SubmitYahoo Obat-obat vasoaktif yang sering digunakan dan masing-masing efeknya ~ Febri Irawanto - ilmu kita

Google Plus

Senin, 12 Desember 2011

Obat-obat vasoaktif yang sering digunakan dan masing-masing efeknya


 

Obat-obat vasoaktif yang sering digunakan dan masing-masing efeknya

(oleh : dr. Hardjo Prawira)

 

            Pemilihan obat-obat vasoaktif tergantung pada pengertian mengenai mekanisme kerja dan keterbatasan penggunaannya. Sebagian besar obat vasoaktif adalah katekolamin yang pengaruhnya tergantung pada interaksinya dengan reseptor a dan b adrenergik.


Efek stimulasi reseptor :
-         a1 dan a2 : peningkatan resistensi sistemik (SVR) dan pulmonal.
Reseptor a1 jantung : meningkatkan kontraktilitas dan menurunkan HR
-         b1 : meningkatkan kontraktilitas  (inotropik), HR (kronotropik), dan konduksi (dromotropik)
-         b2 : menyebabkan vasodilatasi perifer dan bronkodilatasi

 

Dopamin

Indikasi :         
-  terapi syok kardiogenik
-  terapi syok anafilaktik yang disertai hipotensi berat
-  pasca operasi

Efeknya tergantung dosis yang digunakan.
Dosis   :    2-3 mg/kg/menit, mempunyai efek stimulasi b2.

Dosis   : >3-8 mg/kg/menit, mempunyai efek inotropik b1 yang kuat.

Dosis   : >8    mg/kg/menit, mempunyai efek :
- Meningkatkan efek inotropik b1
- Juga efek stimulasi reseptor a yang dapat meningkatkan systemic vascular resistance, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan filling pressure, meningkatkan konsumsi oksigen miokard, dan memperburuk fungsi ventrikel kiri; hal ini dapat dicegah dengan pemberian vasodilator seperti nitroprusid, sehingga cardiac output dapat meningkat.

Kontra indikasi  :         - Feokromositoma
                                    -  Takikardi
            -  Fibrilasi ventrikel
-  Tirotoksikosis
-  Adenoma prostat
-  Penderita dengan hipoksemia dan hipovolemi
                        -  Glaukoma sudut sempit      

Efek samping :            -     Denyut jantung ektopik
                        -     Takikardi
-     Angina
-         Palpitasi
-         Vasokonstriksi
-         Hipotensi
-         Dispneu
-         Gangguan gastrointestinal
-         Sakit kepala

Dobutamin (Dobutrex®)

Indikasi :
Terapi decompensatio cordis ataupun operasi jantung (terapi inotropik penunjang untuk jangka pendek)

Dosis : 2-20 mg/kg/menit per infus
Mempunyai efek inotropik melalui stimulasi b1 yang kuat, efek b2 ringan, dan a1 sangat minimal.
Seperti dopamine, dobutamin juga meningkatkan konsumsi oksigen miokard, namun dobutamin mampu menyeimbangkan dengan cara meningkatkan aliran darah miokard. Dari beberapa penelitian, dobutamin terbukti lebih baik daripada dopamine.
Dobutamin juga mengurangi left ventricle wall stress melalui penurunan preload dan afterload. Perubahan ini dapat memperbaiki keseimbangan oksigen miokard, sehingga selanjutnya akan memperbaiki fungsi miokard.

Kontraindikasi dobutamin :     - stenosis subaorta
                        - hipertrofi idiopatik
- Hipoksemia yang disertai hipovolemia

Norepinefrin  (Levophed®)
Dosis : 4 mg/4cc dalam 1000 cc dextrose 5% (per infus)

Iindikasi :
-         Hipotensi akut seperti pada : feokromositomektomi, simpatektomi, poliomyelitis, anestesi spinal, infark miokard, septikemi, transfusi darah, reaksi antigen-antibodi
-         Terapi tambahan pada cardiac arrest.

Kontra indikasi:
-     Hipotensi akibat defisit volume darah, kecuali keadaan emergensi untuk menjaga perfusi arteri serebral dan koroner sampai cairan terganti
-         Trombosis pembuluh darah perifer/mesenterik
-         Anestesi halotan dan siklopropan

Perbandingan efek obat-obat vasoaktif


HR
SVR
PCWP
CI
MAP
Mv O2
Dopamin
­­
¯­
­
­
­
­
Dobutamin
­­
¯
¯
­
¯«­
­«
Norepinefrin
­
­­­
­­
­
­­­
­
Catatan :
HR = heart rate
SVR = systemic vascular resistance
PCWP = pulmonary capillary  wedge pressure
CI = cardiac index
MAP = mean arterial pressure
­ = meningkatkan
¯ = menurunkan
« = tidak berubah

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Blog Pinger Free